Beasiswa Untukku

2578 Kata

Evalinda POV. Di dalam perjalanan aku terus menoleh melihat Ben yang kini sedang fokus menyetir mobilnya, aku kagum pada lelaki yang kini ada disampingku, lelaki yang tidak menyadari tatapanku, dan lelaki yang memberikanku segalanya, aku banyak salah dalam menilainya, ia lelaki yang baik meski terkadang keinginannya menyakiti orang lain. Aku tahu meski itu mustahil, Ben pasti akan mendapatkannya. Aku salah menilai pria ini, pria yang awalnya kejam, namun manis di akhir, aku sangat bangga memilikinya, banyak wanita yang menginginkannya, namun tak ada seorang pun yang didambakan Ben, aku lah wanita satu-satunya yang ia inginkan. “Jangan terus menatapku, aku benar-benar tidak fokus,” kata Ben, membuatku bergegas memalingkan wajahku. Aku tersenyum dan memalingkan wajah ke arah berlawanan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN