Semua tamu undangan memadati aula hotel, hotel ini adalah pilihan Ben untuk merayakan ulang tahun Jello putranya, semua ini ia lakukan demi membayar lima tahun ketika ia tidak ada disamping Jello ketika anak itu lahir. Jello anak yang pandai dan tampan, semua itu menurun darinya. Semua hal yang ia kerjakan dan ia lakukan semuanya demi putra dan istrinya. Ben tidak pernah sedikit pun tidak memikirkan keduanya, mereka adalah dunia Ben, mereka juga adalah obat untuk Ben. Meski mengalami gangguan takut kehilangan, namun Ben tetap bisa mengendalikan diri karena keduanya. “Selamat ulang tahun ya, Jello,” ucap Rahela. “Terima kasih, Rahela. Kamu sudah mau datang.” “Aku akhirnya bisa ke luar negeri lagi setelah sekian lama. Terima kasih atas undanganmu.” Jello menganggukkan kepala lalu berkat

