"Ih kalian ngapain? sana pergi!" Abraar dan Bella saling pandang kebingungan meski awalnya kaget dan takut karena mengira pekikan Abitha itu untuk mereka tapi ternyata gadis itu terdengar heboh di luar kamar. "Ayo liat," kata Abraar sembari bangun dari duduknya, pemuda itu memberikan tangannya untuk di gandeng sang kekasih lalu keduanya berlarian keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi dengan Abitha. "Hus ... hus!" Abitha tampak mengayun ayunkan papan ular tangga yang di pegangnya ke atas dinding. "apaan sih, Tha?" tanya Abraar pada sang adik yang sedang mendongakkan kepalanya sambil mengayunkan tangan seolah sedang mengusir sesuatu. "Cicak, Kak, cicaknya tumpuk tumpukan kayaknya mau kawin!" jawab Abitha, Bella dan Abraar yang mendengarnya sontak menyemburkan tawa. "Lagian

