Tidak akan berubah

1746 Kata

"Ma ...." Samuel menatap sang istri dengan tatapan nanar seolah tidak ingin wanita yang sangat di cintainya mengatakan sebuah kenyataan yang sudah begitu lama mereka lupakan. "Enggak, Pa, Abraar harus tau, Mama juga tau kalau saat ini Abraar pasti kecewa karena dia mengetahui kenyataan ini dari orang lain. Tapi memang Abraar harus mengetahui kenyataan ini," jawab Meisya sambil mengusap air matanya, suasana menjadi begitu mengharukan seketika. Seperti dahulu, kedua sahabat Meisya ada di sebelahnya memeluknya untuk memberikan dukungan apapun yang terjadi. Bella menatap Abraar dengan mata berkaca kaca, gadis itu tahu kalau Abraar sedang merasakan sakit yang teramat sangat di hatinya, pukulan terbesar dalam hidup. Mengetahui seorang ayah yang begitu di cintanya ternyata bukan ayah kandungn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN