Tidak begitu jauh di belakang Abraar, hanya beberapa langkah saja, Banyu dan Bekti menyusul. Mereka juga ingin menemui Nasya. "Nak," kata Bekti sambil mendekati sang putri yang sedang memeluk erat tubuh sang ibu, gadis itu melepaskan pelukannya dari Ela lalu mengusap air matanya. Nasya langsung memeluk Bekti saat laki laki yang telah membuatnya terlahir ke dunia ini itu merentangkan kedua tangannya. "Papa, gimana? aku udah boleh pulang kan?" tanya Nasya dengan pipi yang kembali di aliri air mata, semua yang ada di ruangan itu hanya diam. Tidak tega sebenarnya tapi mau bagaimana lagi, segala upaya yang terbaik juga sudah di lakukan. "Semuanya berjalan baik, mereka mengakui kalau hanya menjebak kamu tapi surat pembebasan kamu belum bisa keluar malam ini jadi malam ini kamu masih harus

