Dikomporin Mama Papa

1500 Kata

Ponsel berwarna hitam yang tenggelam di dalam saku celana itu berbunyi bertepatan dengan sang empunya yang sedang menutup pintu kamarnya dari dalam, Abraar langsung mengambil benda itu dari saku celananya. Pemuda itu tersenyum melihat siapa yang menelepon, seorang wanita yang begitu spesial dalam hati dan hidupnya. "Halo, Ma," kata Abraar setelah ponselnya dia tempelkan di telinga, pemuda itu lalu duduk di atas sofa yang ada di kamarnya. Satu tangannya meraih gorden yang ada di belakang sofa itu hingga dia bisa menatap keluar jendela, malam ini memang tidak begitu indah, hitamnya langit tidak di hiasi bintang bintang. "Kamu ini ya, kalau enggak Mamanya yang nelpon duluan pasti enggak inget nelpon Mama! Jangan jangan kamu udah lupa juga sama Mama," sembur Meisya di ujung sana, Samuel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN