"Tuh, kan, aku bilang juga apa, belum apa apa aja sudah tersisih kamu Bell! ini pasti karena Kak Abraar lagi ngurusin di Nasya itu deh!" omel Maisa karena Abraar tidak juga datang menjemput Bella padahal gadis itu sudah mengatakan jam berapa akan pulang dan sekarang waktu yang Bella beritahukan itu sudah tiba, Bella yang duduk di sebelah Maisa hanya tersenyum. "Mungkin ini ada baiknya, aku jadi bisa lebih ngerti perasaan Nasya waktu Kak Abraar lebih perhatian sama aku," jawab Bella, gadis itu memang selalu bisa melihat semua hal dari sisi yang berbeda. Maisa menghela napas panjang, "bisa enggak sih, Bell, enggak usah mikirin perasaan orang lain terus. Pikirin deh perasaan kamu sendiri!" "Bisa. Oke, kalau gitu malem Minggu nanti aku enggak jadi ajak kamu. Aku ketemuan sama Kak Ben sen

