"Lany emang bilang kalau dia minta Suster Ani buat bawa anak kamu ke dia, dia udah kerja sama ama suster Ani sebelum anak kamu lahir. Lany bilang bakalan ambil anak kamu malem tadi, tapi aku beneran enggak tau apa apa yang aku inget semalem aku masih tidur sama Lany, tapi waktu aku bangun dia udah enggak ada," kata Ben membuat Abraar mendelik kesal padanya. "Pasti Lany juga ngasih obat tidur ke Kak Ben kayak yang Suster Ani kasih ke kita," kata Langit, sang ayah mengangguk setuju. "Tapi buat apa Lany ambil anak aku?" tanya Abraar sambil menatap Ben bingung. "Intinya dia enggak mau ngeliat kalian bahagia," jawab Ben membuat Abraar mendengus kesal, "dan sialnya aku juga masuk dalam jebakannya!" "Telpon dia," perintah Banyu pada Ben yang duduk di sebelah sang ayah, laki laki itu begit

