*** "Atuk nak bagitahu you something." Datuk Razif berujar saat dirinya akan masuk bandara. Raihan tidak tahu apa yang akan dikatakan kakeknya. Namun, ia seketika memberikan perhatian lebih. "Ape benda ni, Atuk? Macam penting sangat." Raihan melirik kakeknya yang memberikan tatapan jahil. Tampaknya kakeknya sedang merencanakan sesuatu lagi. Raihan mengambil napas untuk kesekian kali. Sebenarnya sudah lelah jika harus terus-terusan berbohong. "Atuk perhatikan. You dan bini you kurang mesra. Atuk rase, you mesti layankan istri elok-elok. Macem mane nak dapat baby bila you pun perangai dingin dekat istri you tu." Penjelasan kakeknya membuat mata Raihan menyipit. Benarkah ketidakharmonisan mereka terlihat jelas di mata kakeknya? Memang, Adriana ikut mengantar Datuk Razif, dan selama

