*** "Begini saja, saya paham awak masih marah dengan saya. So, saya akan wujudkan apapun yang awak minta." Raihan merasa bersalah karena sudah membuat istrinya terjebak dalam sebuah perjanjian tak tertulis. Dia berhasil menjebak Adriana untuk mengikuti keinginan kakeknya memiliki cicit. Setelah selesai sholat isya di mesjid. Raihan menawarkan sesuatu kepada istrinya. Pria itu masih memakai pakaian kokoh kesukaannya. Baju ala muslim dengan warna coklat itu tampak sangat elok dipandang matanya. "Memangnya apa yang harus aku minta sekarang? Aku lagi bad mood, Mas. Aku males bahas soal rencana kamu dan kakekmu itu." Adriana berujar malas. Wanita itu tetap sibuk mencatok rambutnya. Dia akan pergi. Jelas, sebab wanita itu bukan Cinderella yang memiliki jam malam. "Yelah. Saya paham. S

