*** Setelah makan malam bersama, Raihan mengajak istrinya menyalakan petasan. Sekeliling vila agak sepi sehingga Raihan merasa mungkin tidak terlalu mengganggu ketenangan warga sekitar. Apalagi ini malam minggu paling tidak orang-orang bisa merasakan kebersamaan Adriana dan Raihan. Paling tidak orang-orang bisa melihat indahnya langit karena petasan. "Mengapa kamu mengajak aku bermain petasan, Mas?" Tiba-tiba kalimat pertanyaan itu keluar dari bibir Adriana. Cukup aneh bahwa Raihan begitu memperhatikan istrinya. Itu tidak sejalan dengan kontrak yang mereka terima sepakati. Ada sesuatu yang berbeda kali ini. "Ada sesuatu yang nak saya katakan padamu?" Dia terkekeh. "Entahlah. Saya rase dengan menyenangkan awak malam ni, sama halnya bila saya senangkan orang tua awak. Saya sangat horm

