Lotek kalau dibiarkan lama-lama dalam bungkusnya akan berair dan gak enak. Kalau kata orang tua namanya bari. Nah sama nasibnya dengan lotek milik Raka. Sampai detik ini bahkan matahari sudah pamit dan berganti pekat belum juga ada tanda-tanda Raka akan menurunkanku di Uchiha atau Rumah. Loteknya tak tersentuh. Mulanya memang motor putih yang dia bawa ngebut gak berperikemanusiaan, tetapi lama-lama melambat dan kini muter-muter ngabisin bahan bakar saja. Seiring dengan melambatnya kecepatan aku kini sudah berani melepaskan peganganku, akan tetapi Raka kembali meraihnya dan membiarkan tangan kananku bertengger di perutnya yang kurus. Sampai pada akhirnya perjalanan berakhir, bukan karena sampai di tujuan, tetapi mungkin Raka benar-benar kehabisan bahan bakar. Sebelum berhenti, klanpotnya

