Mangkuk Tujuh Belas

1638 Kata

"Astaga, ini emas?" tanya Simi saat melihat pin hadiah ulang tahun dari Raka. Aku mengangguk dan membiarkan Simi menikmati apa yang dia lihat. Toh aku sudah puas menikmatinya semalaman. "Hei!" protesku saat Simi hendak menggigit pinnya. "Hehe, gue cuma mau ngecek, ini emas atau bukan?" "Kok digigit?" tanyaku kesal. "Kan di drakor juga gitu, gigit aja emasnya nanti ketauan dia emas atau bukan." "Iya gue tahu, cuma yang jadi pertanyaan setelah digigit lu ngari itu emas atau bukannya dari mana?" Simi diam sejenak lalu tanpa aba-aba dia tertawa kayak orang kesetanan. "Lo kok luluh cuma dikasih ginian doang?" tanya Simi. Mendengar pertanyaan Simi tiba-tiba membuatku menghentikan kegiatan mengunyahku. Benar, di satu sisi aku senang menerima pin ini, itu artinya Raka tidak pernah melupak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN