“Kak Hara suka sama aku?” Pertanyaan itu berasal dari Gema yang tiba-tiba muncul di kamar si kembar. Anak satu itu memang sama sekali tidak pandai berbasa-basi, jika ada yang membuatnya penasaran pasti langsung saja dia ajukan pertanyaan itu tanpa mempertimbangkan respons yang ditanya. Hara yang sampai sedetik sebelumnya masih bermain dengan bayi kembar menolehkan kepalanya ke arah datangnya suara. “Eh? Gema? Kok ada di sini? Kata Tante Nadya kamu ada di rumah nenek?” “Baru pulang, dan denger dari Tante Aroha kalau Kak Hara suka sama aku?” “Ibu?” Dahi Hara berkerut tajam. Gadis itu tidak percaya ibunya akan mengatakan hal semacam itu pada Gema, pun kalau ibunya cerita ke Tante atau Om-nya pasti tidak akan bicara blak-blakan macam itu. “Bener Ibu yang bilang begitu?” Tuntut Hara masih

