ANEYSHA "Beneran nggak apa-apa kalau semisal kita lanjut rapat lagi? masih kuat? Kita bisa lanjutin besok aja," tanya Dillon ke gue khawatir, mungkin dia tahu kalau gue lagi nggak enak badan. Karena biasanya setiap rapat gue dan mulut pedes gue nggak pernah absen buat mengkritik orang—dalam artian membangun—tapi sepanjang rapat besar olimpiade di pelataran fakultas dari jam 16.00 WIB sampai jam 21.00 WIB gue nggak ngomong sama sekali, kecuali bagian gue laporan keuangan. Mungkin beberapa orang nggak sadar atau justru bersyukur, karena mereka nggak kena semprot. Tapi gue tahu Dillon yang berada di sebelah gue—duduk diantara jajaran BPH dan para Ketua Departemen— memperhatikan gue, karena dia sempat bertanya untuk memastikan keadaan gue. "Aneysha, Are you okay?" "No worries, Lon." Dil

