* * * Seperti yang sudah diprediksi Alana, kemoterapi kali ini, Omar mengalami reaksi yang sangat dahsyat. Omar sangat drop sehingga ia harus rawat inap di rumah sakit dalam jangka waktu yang tidak bisa dipastikan berapa lamanya. Alana memilih untuk tinggal mendampingi Omar di rumah sakit, sementara Ayah dan Ibun bergantian menemani Alana. “Ibun, Alana di sini saja, ya?” ucap Alana yang tidak tega melihat Omar yang tertidur menahahn sakit “Alana bisa melakukan apapun yang Alana ingin, kalau mau di sini ya boleh, kalau mau pulang ya Ibun tidak larang. Tapi Alana, ada hal yang penting untuk kamu pertimbangkan” ucap Ibun menasihati “apa itu, Ibun?” tanya Alana menatap wajah teduh Ibun “hidupmu” jawab Ibun singkat “kamu ga bisa kaya gini terus menerus, Alana. Kamu harus realistis,

