Keputusan Besar

1350 Kata

* * * Tanpa berpikir panjang, Alana secepat kilat berkemas untuk pergi ke rumah sakit untuk menemui Omar. Waktu menunjukkan pukul 11 malam, terlalu larut untuk alasan pekerjaan. Alana sudah menyiapkan mental baja untuk menghadapi pertanyaan Mama Shinta sebelum berangkat jika ia ketahuan. Namun Alana mencoba untuk mengendap endap pelan agar tidak membangunkan 'singa' tidur. Berhasil. Alana bisa turun dan keluar rumah dengan aman. Mobil Alana bergegas melaju kencang. Tak peduli lagi keesokan harinya Mama Shinta akan marah besar, tidak ada yang lebih ditakutkan Alana dibanding kekhawatiran tentang Omar. * * * "permisi mbak, mau tanya ruangan pasien atas nama Omar Brawijaya" Alana bertanya ke resepsionist "selamat datang, bu. mohon maaf sebelumnya ibu siapanya pasien?" "saya calon istri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN