Sulit Memutuskan

1381 Kata

Dua langkah kaki Dewi mencapai pintu. Kehadirannya sudah disambut dengan senyuman oleh Arnold. Pria itu berdiri untuk merespon kedatangan Dewi. Tangannya langsung terulur memberikan kode agar Dewi mendekat padanya. “Hai,” sapanya lembut. Seperti biasa, wangi aroma parfum yang disukai Dewi menusuk indera penciuman. Dewi mendapat sambutan yang hangat di rumahnya sendiri. Arnold menuntunnya untuk duduk berjajar, mata pria itu tak berpindah darinya. Hanya mendapat perlakukan sederhana ini saja, sudah mampu menundukkan hati Dewi. Bagaimanakah mungkin ia mengungkapkan jati dirinya di rumah ini? “Sudah lama datangnya?” tanya Dewi. “Belum sepuluh menit. Mbak Imas bilang kamu lagi keluar. Makanya saya memilih menunggu saja. Oh iya, saya mengirimkan pesan ke ponselmu, tapi kamu belum baca. Kok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN