Sore yang Syahdu

1210 Kata

Arjun mengajak Dewi pulang. Hanya berdua, tanpa dua bodyguard mereka. Lukman dan Edi mengendarai mobil sendiri, mengikuti sang majikan dari belakang. Selama dalam perjalanan, keduanya tak henti saling melempar senyum. Ketika hati telah berbicara, maka bahasa tubuh pun tidak dapat berdusta. Arjun menggenggam tangan Dewi, kemudian melepaskannya ketika melewati jalan yang ramai atau berbahaya. Begitu seterusnya hingga sampai di rumah. Begitu turun dari mobil, Imas tergopoh-gopoh mendekati mereka. “Aduh, Mbak ... dari mana saja? Saya khawatir kenapa-kenapa. Kok sampai malam begini,” ucap Imas mengikuti Dewi di belakang ketika Dewi berjalan memasuki rumah. “Yang penting sekarang kan sudah sampai di rumah, Bi,” jawab Dewi. “Tetap saja saya khawatir.” “Bibi boleh istirahat. Saya kan sudah p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN