Amarah Nyinyi Kunti

1014 Kata

Uli memeluk dirinya sendiri. Berdiri di belakang rumah, menatap lurus ke arah hutan tempat di mana Birawa tinggal. Hatinya sungguh gelisah malam ini. Setelah mengetahui mutiara yang dimaksud sama. Itu artinya sang ibu telah berhasil mengalahkan Varong. Semakin membuatnya merasa bersalah, atas semua kegagalan yang telah terjadi. Uli menghela nafas panjang. Menyerahkan ini semua kepada takdir dan memilih menenangkan diri. Istirahat di kamar agar bisa menghindari bertemu dengan sang ibu. Jujur saja, Uli belum mau menerima kenyataan siapa sosok ibu kandungnya sendiri. Namun, saat Uli berbalik, sang ayah sudah berdiri di belakangnya.. Menatap tajam, seakan ingin menguliti Uli hidup-hidup. Hingga tangan sang ayah terangkat dan mendarat di pipinya. "A-ayah …." Uli tergugu. Mengusap pipin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN