"Brave! Brave!" teriak Evan mengejar anaknya yang berlari menaiki tangga menuju kamar. Dia dilema apakah harus menahan Sophie agar tidak pergi ataukah menenangkan Brave untuk menjelaskan kesalahpahaman mereka. Dia berpaling, menatap Sophie dengan tatapan memohon seraya menarik lengan gadis itu, namun Sophie masih memegang teguh pendirian dengan isyarat gelengan kepala. "Please ..." "Semua sudah berakhir, Evan, tidak ada hal yang bisa kupertahankan di sini." Dia melepas genggaman tangan Evan di lengannya, lalu pergi keluar dari rumah yang telah menampungnya selama beberapa bulan terakhir. Dalam diam, Sophie menitikkan air mata seraya merapatkan mantel seolah sedang memeluk diri sendiri bahwa dia akan bertahan di kehidupannya yang lain. Manhattan dengan sejuta kenangan tak bisa begitu saja

