Extra Chapter 2

646 Kata

Jemari lentik itu menelusuri lekukan d**a bidang sang pujaan hati, seraya menghidu aroma tubuh lelakinya yang selalu menjadi candu. Perpaduan aroma kopi, vanilla, dan musk yang manis namun menenangkan menjadi Wangi favoritnya. Dia bergerak ke samping, memeluk tubuh sang suami yang sepertinya kelelahan akibat permainan panas mereka semalam. "Kau tidur?" tanya Sophie mengangkat wajahnya lebih dekat ke wajah Evan. Merasakan embusan napas lelaki itu. Tidak ada jawaban dari bibir tipis Evan, melainkan jemari besarnya yang bergerilya menandakan bahwa dia tidak terlelap walau matanya terpejam. Sophie tertawa geli ketika jari-jari Evan menggelitiki pinggangnya dan berhenti di pusar. "Hentikan, Evan!" Evan bergerak ke samping, mendekap tubuh Sophie erat lalu bergerak ke bawah hingga kepalany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN