Tubuh terkapar itu terikat tak berdaya di atas kasur dengan pita perekat yang membungkam mulut agar tidak ada suara teriakan yang mencurigakan. Belum lagi, kedua matanya yang ditutupi kain hitam seolah tidak diizinkan untuk melihat siapa saja yang menjamah tubuh yang dibuat mabuk semalaman. Namun, kelima indranya menjadi lebih sensitif, terutama telinga dan kulit seakan menjadi mata ketiganya. Kini, telinga itu mendengar suara langkah yang terseret lalu merasakan ada seseorang yang duduk di pinggiran kasur sebelah kiri. Suara air yang dituang ke dalam gelas, menandakan orang di sampingnya itu sedang haus. Detik berikutnya, punggung yang kini terasa panas akibat terbaring semalaman, melengkung dengan erangan ketika merasakan ada jemari yang bergerak dengan nakal, menelusuri lekuk tubuh ga

