Diatur. Kata paling mengerikan yang pernah kudengar dan aku nggak sudi buat menurutinya. Enak aja gitu ya. Datang ujug-ujug eh main punya aturan sendiri. Ongka nih nyebelinnya udah naik tingkat. Dia nggak tahu apa dibalik penatnya bekerja seharian, kereta salah satu tempat buat cuci mata. Aku juga udah menolak dengan cara paling halus, bilang kalau mungkin aja dia punya kesibukan lain selain kafe. Namun, obrolan antar-jemput-sialan-aku-benci-setengah-mati itu tetap dimenangkan oleh si Keriting dan diakhiri kalimat retorisnya, "Kamu nggak mau ngerepotin aku, Bhoo?" Jelas saja aku mengangguk. Dia lanjut ngomong, "Kalau gitu, kenapa mau pacaran sama aku, Bhoo?" Udah. Mati kutu. Skakmat. Dia itu jago banget ngalahin aku. Si tukang ngomong manis itu selalu sukses dalam pembendaharaan kata

