TWENTY NINE

1713 Kata

Setelah siap menemui kedua sahabat kekasihnya, Ia kemudian turun dan menyapa mereka. Sebelum menemui mereka, ia meminta si mbok untuk membuatkan jus jambu untuknya. “Hai … maaf ya nunggu lama Ka.” Kata Aira tersenyum manis dan berusaha ramah walaupun dalam benaknya ia memiliki tanda tanya besar dengan tujuan mereka yang tiba-tiba datang ke rumahnya tanpa konfirmasi. “Hai, Ra. Ah, ga apa-apa. Malah kami yang seharusnya minta maaf karna menganggumu malam-malam.” Kemudian Andre dan Revan berdiri lalu cupika-cupiki bergantian dengan Aira. Mereka sudah biasa melakukannya sekalipun di depan Lando. “Kok tumben Kaka-kaka seniorku pada ke sini, malem-malem lagi?” kata Aira kemudian duduk di single sofa yang berada di sisi kiri sofa yang Revan duduki. Mereka berdua saling menatap satu sama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN