Setelah siap menemui kedua sahabat kekasihnya, Ia kemudian turun dan menyapa mereka. Sebelum menemui mereka, ia meminta si mbok untuk membuatkan jus jambu untuknya. “Hai … maaf ya nunggu lama Ka.” Kata Aira tersenyum manis dan berusaha ramah walaupun dalam benaknya ia memiliki tanda tanya besar dengan tujuan mereka yang tiba-tiba datang ke rumahnya tanpa konfirmasi. “Hai, Ra. Ah, ga apa-apa. Malah kami yang seharusnya minta maaf karna menganggumu malam-malam.” Kemudian Andre dan Revan berdiri lalu cupika-cupiki bergantian dengan Aira. Mereka sudah biasa melakukannya sekalipun di depan Lando. “Kok tumben Kaka-kaka seniorku pada ke sini, malem-malem lagi?” kata Aira kemudian duduk di single sofa yang berada di sisi kiri sofa yang Revan duduki. Mereka berdua saling menatap satu sama

