FOURTY SEVEN

2041 Kata

“Ra, kamu sudah baikan? Atau ada keluhan? Biar mba panggil dokter Nimal ya untuk memeriksa kamu.” Kata mba Lia setelah menghidangkan es coklat dan biskuit keju kesukaan Aira. “Engga Mba. Mungkin aku kelelahan atau efek dari obat yang diberikan oleh dokter. Aku jadi mengantuk terus,” katanya lalu menyunggingkan senyuman khasnya. “Aira, Mba mau bicara sama kamu. Wafd, sebaiknya kamu mandi dulu ya.” Pinta Lia pada calon adik iparnya. “Oke Mba.” Wafda langsung mengiyakan kata-kata mba Lia dan memberikan waktu untuk mereka berbicara berdua. “Aku mandi dulu ya Sayang. Jangan ke mana-mana ya.” Lalu mencium kening Aira untuk berpamitan.                   Wafda pergi dari sana dan meninggalkan mereka berdua. Aira dan Lia kini saling berhadapan. “Ada apa Mba?” tanya Aira begitu Wafda telah p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN