AUTHOR POV Reva ingin mengutuk dirinya sendiri karena berani bertanya hal-hal konyol seperti itu pada Dika. Dika menatap Reva serius sampai beberapa saat setelahnya Dika tertawa dan mengacak rambut Reva dengan gemas. "Kita.....maunya apa?" balas Dika. Reva jadi mendengus. "Hah?" "Ya kita satu tim. Gue team leader lo dan mentor lo, dan lo adalah anak didik gue." jelas Dika dengan nada yang sedikit guyon. Reva yang tadinya sudah merasa deg-degan pun langsung menghembuskan nafasnya pelan. Jadi....selama ini perhatian Dika tak lebih dari sekedar rasa respect nya pada anak didiknya. Baiklah, Reva tak mau berharap lebih yang nantinya akan menjadi rasa sakit hati atau mungkin....patah hati? "Udah malem. Tidur sana. Besok harus prepare buat main games. Alvino udah siapin hadiah khusus. Denger

