Dua hari berlalu sejak hari itu. Gean dan Rian sudah kembali beraktivitas seperti biasanya. Masalah perusahaan, Papanya sudah tidak pernah mengungkit apapun lagi. Semuanya berjalan seperti biasa. Dan seperti biasanya, pagi hari akan menjadi hari yang paling ricuh bagi Riana. Apalagi mengingat kedua anaknya ada kelas pagi dan sang suami harus berangkat ke bandara sepagi mungkin. Ditambah para asisten rumah tangga sedang membersihkan taman dan tempat lain. Alhasil, kini Riana tengah kelimpungan sendiri di dapur. "Yang! Dasi garis-garis yang biru tua aku dimana?!" Teriak Geo dari dalam kamar. Riana mendengkus. Wanita itu berlari menuju kamar. Namun matanya tetap fokus pada jam di dinding. Sudah jam 7 lewat?! Dan anak-anaknya belum juga bangun?! Riana bergegas berlari ke arah sebaliknya. Me

