Di ruang tengah rumah besar milik si kembar RIGEAN (Rian dan Gean), suasana terasa sangat tegang. Belum lagi ketika sang tetua di rumah itu mulai duduk dan menatap kedua anaknya yang kini tengah menunduk takut. Tangan pria itu terangkat untuk mengangkat gelas yang ada di meja dan mulai meminum isinya. Matanya menatap jengah kedua lelaki yang entah kenapa selalu saja membuat kesabarannya menurun drastis. Menarik napas guna sedikit meredam emosinya yang akan kembali muncul itu, Geo lalu menatap anaknya satu persatu. Mencoba memahami anak-anaknya lewat raut wajah. Benar-benar tidak bisa dibayangkan apa penyebab kedua orang itu bisa berkelahi. "Jadi, kenapa baku hantam? Udah bosen hidup bukan?" Tanya pria itu sarkas. Keduanya spontan menelan saliva kasar karena tidak bisa menjawab. "Mama kal

