Gean duduk tegap di atas kasurnya. Lelaki itu mengambil guling berwarna hitam yang kebetulan ada si sebelahnya untuk ia jadikan barang yang bisa ia peluk. Matanya menatap Rian yang masih diam membeku. Ia tahu apa yang kini Rian tengah pikirkan. Bukan hanya tentang perusahaan, lelaki itu juga pasti tengah memikirkan Angel. "Lo suka sama Angel, kan?" Tanya Gean seraya menatap lekat Kakak kembarnya yang saat ini spontan menoleh padanya seraya membulatkan mata. Rian terbatuk hebat. Lelaki itu langsung menyambar kaleng minumannya dan menegaknya hingga tersisa setengah. Sialan! Hanya karena pertanyaan itu, Rian pasti bereaksi berlebihan. Sama seperti sekarang. Lelaki itu hampir saja membuat tenggorokannya terhimpit oleh keripik kentang yang baru akan ia telan. "Kenapa gencar banget nanya itu,

