"Hey! Lo ngapain?" Tanya Simon. "Bacot!" Umpat Fera dan mendorong keduanya saat sampai di dapur. Simon dan Carrel yang awalnya ingin protes langsung membulatkan mata bersamaan saat wajah keduanya didorong menghadap Gean dan Rian yang masih setia bertengkar. Bukan, bukan lagi bertengkar. Tapi bertarung. Kaki panjang Gean melayang menghantam wajah Rian begitu keduanya bertarung dengan keadaan berdiri. Membuat wajah Rian terlempar ke samping bahkan sampai membuat lelaki itu mundur beberapa langkah. Namun karena kuda-kuda yang kuat, lelaki tidak tumbang dan masih berdiri dengaan tegak. Pelipisnya sudah berdarah karena terkantuk meja pantry. Namun tubuh keduanya terlihat masih baik-baik saja. "Heh! Lo berdua kenapa?!" Tanya Simon seraya memegang Gean dengan kunciannya. Sedangkan Carrel menah

