"Ge, menurut lo, Angel beneran kaya gitu karena sadar atau hal lain? Kalau sadar, sama siapa dia bisa sadar?" Tanya Rian seraya menatap Gean yang malah menghindari matanya. Gean tidak menjawab. Sengaja. Lelaki itu sibuk dengan makanannya. Tak ingin mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Rian. Bukannya tidak mau menjawab, hanya saja jawaban yang ia punya belum sepenuhnya bisa membuat Rian percaya. Nantinya, lelaki itu pasti akan meminta jawaban lain sebagai penjelasan. Dan Gean belum tahu bagaimana semuanya itu bisa terjadi. Ia hanya tahu kalau semua itu karena.. "Fera?" Gean spontan menolehkan kepala saat Rian menyebut nama gadis itu. Ia melihat Rian yang kini tengah melambai pada seseorang di sebelahnya. Benar, itu Fera. Gean menghela napas panjang. Jantungnya hampir saja copot. M

