Chapter 23

1869 Kata

Hujan mengguyur kota jakarta di malam hari . Samudra , pria itu duduk di balkon kamarnya menatap air yang terus terjatuh dari atas langit. Tatapannya kosong , rasa dingin yang menusuk kulitnya sama sekali tidak ia perdulikan. Tangannya terus menggenggam kuat foto gadis yang sangat ia cintai. Air matanya mengalir deras , pria itu meringis merasakan sakit yang amat luar biasa di dadanya. Melihat senyuman gadis yang sangat ia cintai itu benar benar membuat hatinya terasa di tusuk ribuan jarum. "Hiks maaf , aku memang pria bodoh !! Hiks maaf aku tidak bisa menjagamu dengan baik nay hiks," "Sam , berjanjilah untuk  terus di sampingku apapun yang terjadi. Aku mencintaimu" "Aku janji , aku akan terus disampingmu nay. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku juga tidak akan membiarkan siapapu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN