Bab 66

1271 Kata

POV Putri Setelah mendengar kebenaran nya dari putri, mas Adam memukul kepalanya dengan kedua tangan nya. Putri hanya menatap nanar mas nya. Jika saja mas nya bisa bersikap tegas seperti yang dia lakukan dulu saat bersama mbak Mayang, mungkin saja dia akan seperti dulu hidup dalam kemewahan tanpa harus bersusah payah melayani banyak laki-laki. Jika saja mas Adam tidak mengelapkan dana perusahaan, tentu saja mas Adam tidak perlu keluar dari perusahaan lamanya dengan gaji yang sangat besar. Jika saja mas Adam tidak menceraikan mbak Mayang, maka ibu dan dirinya tidak perlu menjadi pembantu dirumah mereka sendiri. Dia hanya perlu memerintah kakak iparnya seperti dulu. Semua hanya ada kata jika di dalam diri putri. Ibu Romlah hanya bisa menangis meratapi nasib dirinya dan juga putri keciln

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN