143 - Skandal Temanku (?)

1367 Kata

Vera dan Sean kompak terdiam sejenak. Vera hanya mengibaskan tangan dengan gugup, "Ah, itu ... Sean emang suka ngaco kalau ngomong, Al. Nggak usah dipikirin, nggak ada artinya juga," ujarnya. Sean pun hanya meringis sambil mengangguk cepat, seolah takut kaki satunya lagi diinjak oleh Vera. "Iya, tadi nggak ada maksud apa-apa kok," ucap Sean gelagapan. "Em, maksudku, apa emang daddy-nya Silva itu —" "Alea, nggak usah dibahas, gapapa, kan?" Vera memotong cepat. Aku sempat bingung, tapi kemudian aku mengangguk. "Its okay, gapapa kok, sori ya." "Ih gapapa, ngga perlu minta maaf," jawab Vera lalu lanjut makan. Namun, rasa penasaran itu masih tertinggal di kepalaku. Di tengah makan, aku izin ke toilet untuk mencuci tangan. "Aku ke toilet bentar ya." Sean dan Vera mengangguk. Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN