IP-68

1427 Kata

Setelah minimal, Abrisam kembali ke kamarnya dengan sempoyongan. Bagas menuntunnya dengan hati-hati, sesekali menatap ke arah pintu dan juga sekeliling rumah ini. Memastikan jika Rania tidak ada di rumah. Ini sudah mengurus jam tujuh, dan semua orang pasti akan keluar ruangan mereka hanya untuk makan malam. Buru-buru Bagas meminta Abrisam untuk mandi. Setidaknya, dengan guyuran air dingin mampu membuat kesadaran Abrisam kembali, meskipun tidak seratus persen. Dan lagi, Rania juga tidak akan tahu jika Abrisam baru saja mabuk dengan Bagas. Apalagi selama ini, ketika Abrisam mabuk, dalam posisi Rania sudah terlelap. "Nanti saja, aku mau tidur dulu." kata Abrisam memiringkan tubuhnya di tempat tidur. Baru kali ini dia mencoba minuman baru dan tidak bisa bangun. Bagas menghela nafasnya ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN