Karena terbawa emosi, Rania pun kesulitan untuk membuka pintu kamar Abrisam. Dia menyesal telah membuang kunci pintu kamar ini entah kemana. Sedangkan saat ini Rania harus membuka pintu kamar ini dan menemui wanita itu kembali. Dia harus mencari tahu apakah benar jika mereka tidak melakukan apapun. Sedangkan selama ini, jika Abrisam melakukan hubungan suami istri dengan Rania selalu meninggalkan bercak merah di leher atau di bagian mana pun sepakat hatinya. Rania hanya memastikan jika bercak merah itu tidak ada di bagian tubuh mana pun di wanita itu. "Ini kuncinya dimana?" geram Rania. Mendengar hal itu Abrisam pun mengedikkan bahunya. Dia sendiri juga tidak tahu dimana kunci kamarnya. Bukannya tadi yang menutup kamarnya itu Rania? Masa iya harus tanya sama Abrisam? "Kunci cadangan!!

