“Habis dari mana?” Pertanyaan itu membuat Rania terjingkat kaget. Dia pun langsung menatap ke arah kiri dan melihat Abrisam yang sudah duduk tenang di sofa. Rania menghela nafas, dia mencoba mendekat dan duduk di samping Abrisam. Menaruh beberapa paper bag yang dia bawa tadi ketika belanja dengan Kara. “Ini loh Mas, habis belanja sama Kara.” jawab rania jujur. “Tumben kamu udah pulang Mas.” lanjutnya. Untuk mengurangi rasa gugupnya, Rania memilih mengeluarkan semua belanjaannya dari kantong dan menunjukkan pada Abrisam. Baju, hoodie yang dibeli sangat lucu, dari segi warna yang gelap dan juga gambar-gambar yang menggemaskan. “Kenapa? Aku nggak boleh pulang cepat?” Rania menelan salivanya kasar, dia pun melirik Abrisam dengan ekor matanya. Raia baru sadar jika sejak dia datang dan dud

