Dipta langsung menelan ludahnya kelat saat melihat ekspresi yang langsung mematung mendapat tanya tentang kehidupan asmaranya. Hatinya ketar-ketir tidak karuan jika kemungkinan dia menikahi kekasih orang. Oh, bahkan atmosfer di antara mereka langsung berubah, dari yang tadinya terasa hangat dan manis, kini beku dan sunyi. “Kekasih? Tidak ada, Mas. Aku tidak menjalin hubungan dengan siapa pun saat ini.” Ucap Saki yang membuat Dipta lega, setidaknya dia tidak menikahi pacar orang. “Kapan memang terakhir kamu memiliki kekasih?” Dipta masih ingin tahu. Dia mengakui jika Saki memiliki wajah yang cantik. Tipe kecantikan yang ayu dan menenangkan jika orang memandangnya. Cantik yang tidak membosankan, cantik yang makin dipandang justru terlihat semakin cantik. “Tiga bulan yang lalu.” Ucap

