53

1691 Kata

Kedua lutut Hanin bahkan masih bergetar kecil hingga saat ini. Jantungnya di dalam sana rasanya ingin meledak keluar. Membuat hati, dan perasaan Hanin terasa sesak oleh rasa bahagia, dan haru sekaligus rasa penasaran yang besar yang menikam perasaannya saat ini. Rasa bahagia jelas, Hanin tak menyangka sebelumnya akan mendapat telepon dari anaknya El. Bahkan El ingin bertemu dengannya dengan tujuan apa. Tapi, yang jelas saat ini , Hanin sudah berdiri di depan rumahnya dengan pagar besi setinggi bahunya yang sudah terbuka lebar saat ini. Menunggu dengan jantung berdebar keras kedatangan anaknya El. Hanin tersenyum lirih, dua jam yang lalu sampai jarinya terasa kebas. Hanin mencari sosial media milik anaknya. Anaknya El sudah SD kelas 5. Dan entah kenapa Hanin yakin anaknya El memiliki so

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN