Maria menahan isak tangisnya yang ingin pecah sedari tadi. Dan detik ini, Maria tak dapat menahan, dan membendungnya lagi. Air matanya jatuh bercucuran membasahi kedua pipinya yang lebam. Kedua pipinya yang barusan di kompres, dan di obati oleh Papanya. Dan papanya mengobati lukanya dalam diam sedari tadi, menghapus dengan tangan bergetar hebat jejak air mata yang membasahi pipi lebam, dan agak bengkaknya. Bukan hanya Maria nyatanya yang menangis saat ini. Tapi, papanya juga yang terlihat agak kurus saat ini ikut menangis bersama Maria. Papanya menangis dalam diam, dan Maria merutuk dirinya karena keadaannya saat ini membuat papanya sedih, dan mamanya jatuh terpuruk sekian tahun lamanya. "Jangan nangis, Pa. Jangan nangis. Maria merasa berdosa, membuat hidup mama, dan papa

