Pria dengan apron hitam bercampur cokelat itu menatap lurus ke arah gedung perkantoran yang ada di hadapannya lewat jendela coffe shop. Pagi Adnan benar-benar berantakan ketika tidak menemui Aileena ketika bangun tidur. Adnan mencari istrinya itu ke berbagai penjuru rumah dan semua pertanyaanya terjawab saat tidak menemukan mobil Aileena di garasi. Namun, tetap saja Adnan tidak tahu keberadaan Aileena samapai detik ini. Adnan sudah mencoba menghubunginya namun tidak di angkat. Adnan sudah mencoba mengirim pesan tapi tidak di balas. “Susah ya punya istri bu bos?!” seruan dari belakangkanya sama sekali tidak membuat Adnan menoleh karena tanpa menoleh pun Adnan sudah tahu siapa pemilik suara itu. “Ada masalah apa lagi lo?!” Bima berdiri di samping Adnan yang masih berdiri di te

