Sekarang tidak ada lagi yang gue sesali tentang apa yang pernah gue lewati sepanjang hidup gue. Semua mendadak terasa begitu adil, Tuhan memberikan gue banyak sekali kejutan. Kejutan yang terkadang membuat gue ingin mengakhiri hidup gue. Kejutan yang membuat gue menyesal ketika nama gue di sebut dengan begitu lengkap saat ijab kabul oleh seorang pria bernama Adnan Alfarizi. Gue nggak pernah membenci Adnan tapi di tahun pertama sampai hampir di tahun ke dua, gue benar-benar nggak bisa menerima sosok itu, walau gue sudah jatuh pada pria itu tapi gue masih berusaha menyangkal apa yang gue rasakan. Adnan bukan tipe suami idaman gue, tentu saja, tapi sekarang rasanya untuk berjarak saja dengan pria yang di panggil Apap oleh Zaelena itu, gue tak mampu lagi. Adnan sekarang adalah pusat kehidup
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


