Kepala Aileena semakin berdenyut ketika mendapat teguran dari atasannya, pemimpin perusahaan tempat Aileena bekkerja selama bertahun-tahun, wanita itu hanya menatap datar pada pria yang sangat dia hormati dan segani itu. “Saya tidak melakukan apa-apa,” ucap Aileena dengan wajah datar, seharusnya pagi ini Aileena masih di rawat di rumah sakit untuk pemulihan namun Aileena justru melarikan diri dari rumah sakit dan berakhir di hadapan bos-nya. Pria itu mendorong sebuh amplop ke depan Aileena membuat mata Aileena langsung membola dengan sempurna dan menatap pria di hadapannya dengan tatapan tidak bisa di jelaskan. Ekspresi wajah Aileena masih saja datar. “Saya tidak meragukan kinerja kamu selama ini tapi perusahaan butuh klien Aileena dan mereka mulai tidak percaya pada per

