Happy Reading^-^ Maaf kalau nemu typo yah Sinar layar ponsel itu terlihat terang di dalam apartemen gelap dan sepi. Catherine tertegun mendengar ponselnya berdering. Merasa susah untuk membuka matanya penuh karena sembab, Catherine hanya menyipitkan tatapannya pad layar ponsel miliknya. Cukup lama Catherine memperhatikan layar terang itu sebelum mengangkat teleponnya. "Ini sudah jam dua belas malam. Apa kau memang menginginkan temanmu dan Kakek mati di tanganku, hah?" Catherine tertegun. Dia tidak sadar sudah tengah malam. Dirinya tertidur diatas lantai saat menangis. Catherine masih diam sembari memperhatikan satu telapak tangannya yang terlihat kotor akibat lembaran foto yang terbakar. Dia memperhatikan keadaan sekelilingnya yang gelap. Tidak ada cahaya lampu maupun lilin. "Kau tid

