B A B 37

1170 Kata

"Semuanya terasa menyakitkan, saat apapun yang saya lakukan, selalu saja salah." —Kapan, sih, air mata saya bisa berenti tumpah? NADINE'S POV Untuk hari-hari selanjutnya, aku memilih menjauhi Aqila yang sedari dulu memang sudah mengambil jarak dariku. Dia tampak semangat saat bersama Aldric. Aku tersenyum miris, menertawakan keadaanku. Sepulang sekolah, aku berniat mengajak Aldric berbicara. Butuh keberanian untuk menyampaikan kalimat ajakan tersebut. Lagi-lagi aku mengutuk diriku. Sebelumnya aku sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa hubunganku dan Aldric akan seperti ini rumitnya. Rencana Sang Penulis Skenario memang tidak ada yang tau. Tapi aku tetap percaya, bahwa segala skenario yang telah tertulis, pasti itulah yang terbaik. Razza mendekat padaku yang kini duduk diam di kant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN