B A B 39

3742 Kata

"KaMu tau, senyumku mahal setelah ini. Percayalah!" —Tertanda, gadis rapuh dengan dress peach simplenya. NADINE'S  POV Aku terbangun saat suara ketukan pada pintu kamar kembali menjadi alarmku. Ayolah, ini hari minggu. Suara papa terdengar memanggil, kulirik jam di dinding, pukul lima lebih tiga puluh menit. Aku kembali menggeliat seperti cacing, kejadian kemarin kembali memenuhi kepalaku, harusnya aku tidak bangun dari tidurku. Lagi-lagi papa memanggil, aku merangkak menuju pintu. Kuulurkan tangan untuk membuka pintu dan seketika papa langsung saja menyebut. Aku mengusap wajah karena masih begitu mengantuk. Aku butuh banyak tidur. "Temenin papa lari pagi, Nad. Udah solat belum?" Aku menggeleng, bermaksud menjawab bahwa aku sedang dilarang salat. Kubentuk cepolan asal pada rambutku dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN