Carol memberontak sekuat tenaga dan menahan pakaian nya yang sudah setengah terbuka, namun hasil pemberontakan nya akan berakhir dengan tamparan di wajahnya. Air mata nya kini mengalir bukan karena sakit di wajahnya, melainkan sakit yang akan dia terima jika mereka berdua berhasil melakukan hal buruk padanya. Tak cukup menampar wajah Carol, lelaki dengan tubuh lebih kecil juga mencoba mengoyak lengan kemeja Carol. Setelah melihat kulit putih bersih yang terlihat sebelumnya, lelaki itu pun menggila dan terus menerus mencoba untuk bisa membuka seluruh kain yang menutup tubuh wanita tersebut. "Ehmm.. ehm.. " teriakan terakhir Carol karena rasanya dia tidak memiliki tenaga lagi untuk berontak "Tenang lah cantik kita akan segera mulai, aku akan melakukan nya dengan perlahan.." menarik kemeja

