Carol sudah berada di rumah dengan diantar oleh Kaleid tadi, kedua orang tuanya tidak berada di rumah jadi dia terbebas dari segala pertanyaan dari keduanya. Carol langsung masuk ke dalam kamarnya merebahkan tubuhnya yang saat ini terasa lemas tak bertenaga, membalikkan badannya dan kembali menangis di sana. Suara isakan tangis terdengar dari cela bantalnya, sungguh menyayat hati, sepanjang perjalanan tadi air mata nya di tahan nya agar tak terjatuh mengingat dia sedang berada di dalam mobil Kaleid. Namun saat sendiri seperti ini dia tak dapat lagi menahannya, air matanya pun menerobos begitu saja dari matanya yang masih sembab. Lama Carol menangis di dalam kamar nya, di bawah sana tepatnya di halaman rumah orang tua Carol masih terlihat sebuah mobil mewah yang di dalamnya

