Bab 9

550 Kata

Aku akhirnya dijemput Nita, yang sedikit telat. "Kenapa telat Nit!" tanyaku heran. "Maaf, habis bensin tadi," jawab Nita santai. "Oke," balasku datar. Kami pun berangkat ke pesta. Ditengah jalan, Nita bertanya kepadaku. "Lun, tadi kamu ada chat ama Lia gak. Dia gak ngebales chat ku dari siang tadi," ucapnya. "Hah?" "Iya, aku serius Lun," jawab Nita. "Biar ku telpon dulu," jawabku. Aku tahu, Lia kalau gak balas chat pasti habis kuota, dan biasanya dia isi juga hari itu, jadi gak bakal lama banget kalo soal kuota. Lowbatt gak pernah, soalnya dia selalu bawa power bank. Telponku tidak diangkat Lia. Aku mengulang sampai 3 kali, dan pada usaha terakhir, dia mengangkat. "Assalamu'alaikum. Maaf lambat," jawab Lia di seberang. "Wa'alaikumussalam. Li, kamu udah hampir bikin aku ama Nita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN